MAKALAH
PERUBAHAN DAN PERBEDAAN BUDAYA MASYARAKAT
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas
IAD-ISD-IBD
Dosen Pembimbing:
Dra.Hj.Khadijah,M.PsI
Oleh:
Syaiful Rizal (E82212051)
Khoirul
Anam (E82212048)
Muhammad
Irkham (E82212050)
M. Rifqi
Aziz Sya’bana (E02212049)
JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2012
KATA PENGANTAR
Alhamdhulillahirobbil ‘alamin, ucapan syukur dan
terimakasih kami ucapkan pada Allah SWT. Yang telah memberi rohmat dan kemudahan sehingga kami
dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya, sholawat tak lupa kami
persembahkan pada Nabi Muhammad SAW yang
telah menuntun kita pada kebenaran, terimakasih pada bunda
Dra.Hj.Khadijah,M.PsI yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam proses
pembuatan makalah, kemudian teman-teman yang berusaha keras dalam menyusun
makalah yang didalmnya membahas perubahan dan perbedaan budaya masyarakat dan relasinya ini dengan tujuan untuk mempermudah dalam pembelajaran,
apabila terdapat banyak kesalahan kami mohon kritik dan saran yang bersifat
membangun.
Surabaya, 20 November 2012
Penulis
DAFTAR ISI
Kata pengantar……………………………………………………………………1
Daftar isi…………………………………………………………………………..2
Pendahuluan………………………………………………………………………3
Pembahasan……………………………………………………………………….4
A.
Pengertian Budaya Masyarakat
B.
Faktor-faktor yang Menyebabkan Perbedaan
Budaya Masyarakat
1.
Keadaan Alam (geografis)……………………………………………..5
2.
Keadaan Agama……….………………………………………….........6
3.
Keadaan Pendidikan…………………………………………………....6
4.
Keadaan Sosial Ekonomi………………………………………………8
C.
Perubahan Budaya Msyarakat
1.
Faktor Intern……………………………………………………………9
2.
Faktor Ekstern…………………………………………………………12
D.
Penutup
E.
Daftar pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia adalah
salah satu mahluk hidup yang memiliki akal budi, maka dengan akal budi manusia
menjalani proses hidupnya masing-masing baik dengan berkelompok maupun
perindividu. Manusia membutuhkan bersosialisasi dengan yang lain maka dengan
sosialisasi tersebut terbentuklah sebuah masyarakat yang di dalamnya ada
budaya-budaya tertentu yang setiap wilayah mempunyai budaya yang berbeda-beda. Setiap masyarakat senantiasa berada
dalam proses perubahan sosial dengan kata lain perubahan sosial merupakan
gejala yang melekat disetiap kehidupan masyarakat hal ini menjadi salah satu
sebab berubahnya budaya dari budaya primitif ke budaya modern seperti sekarang
ini.
Perubahan-perubahan
budaya yang terjadi dalam mayarakat dapat diketahui dengan cara membandingkan
keadaan budaya masyarakat pada dekade yang lalu dengan keadaan budaya pada
masyarakat kontemporer.
Menurut Selo Soemardjan, perubahan
sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu
masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk didalamnya nilai-nilai
sikap-sikap dan pola prilaku diantara kelompok dalam masyarakat menurutnya,
antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan memiliki satu aspek yang sama
yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau
suatu perbaikan cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN BUDAYA MASYARAKAT
Secara umum masyarakat
diartikan sebagai kumpulan individu yang menetap dalam suatu
wilayah yang diikat oleh norma, aturan dan budaya tertentu. Pengertian
masyarakat secara umum tersebut apabila dicermati maka terdapat beberapa unsur
yang ada dalam masyarakat yaitu 1)
adanya kumpulan ndividu, 2) adanya wilayah yang membatasi, dan 3) adanya norma,
aturan dan budaya tertentu.
Sedangkan budaya merupakan keseluruhan ide, gagasan, pikiran, hasil
cipta, rasa dan karsa manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara
belajar dan dapat diwariskan pada generasi sesudahnya. Dari uraian tersebut
dalam budaya atau kebudayaan terdapat beberapa unsur yaitu 1) adanya ide,
gagasan dan pemikiran. Ini menunjukkan bahwa budaya atau kebutuhan masyarakat
tidak selamanya berupa wujud benda yang bisa diraba. 2) adanya hasil cipta,
rasa dan karsa. Ini menunjukkan bahwa budaya atau kebudayaan manusia bisa
merupa wujud benda yang bisa diamati, dilihat dan diraba. 3) adanya pemenuhan
kebutuhan hidup. Ini menunjukkan bahwa manusia dalam berbudaya mempunyai tujuan
yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup lahir maupun batin. 4) adanya cara
belajar. Ini menunjukkan bahwa manusia dalam berbudaya melalui sebuah proses
belajar yang cukup panjang. 5) adanya pewarisan pada generasi sesudahnya. Ini
menujukkan adanya kegunaan dalam berbudaya yaitu mewariskan pada generasi
sesudahnya.
Budaya masyarakat merupakan keseluruhan yang dihasilkan dan yang ada
dalam masyarakat baik dalam bentuk karya maupun dalam bentuk tingkah laku dan
norma serta adat kebiasaan. Budaya
masyarakat dapat mempengaruhi pola piker, pola sikap dan pola hidup.
B. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERBEDAAN BUDAYA MASYARAKAT
Setiap masyarakat pasti mempunyai budaya, adat kebiasaan di mana budaya
masyarakat yang sstu dengan yang lain. Perbedaan budaya antar masyarakat tersebut dipengaruhi banyak factor, di
antaranya:
1. Keadaan Alam (geografis)
Manusia dan alam mempunyai hubungan yang sangat
erat. Keduanya membentuk sebuah system artinya menjadi satu kesatuan yang
paling mempengaruhi. Keadaan alam bisa mempengaruhi sifat dan perilaku manusia,
demikian juga keadaan manusia bisa mempengaruhi keseimbangan alam. Faktor-faktor
yang mempengaruhi perubahan social antara lain: 1) faktor geoegrafis,
lingkungan fisik dapat mempengaruhi penduduk untuk mudah atau sulit mengalami
perubahan. Contoh: Perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat desa. Tanah
pertanian sekarang banyak yang dijadikan perumahan-perumahan dan pabrik yang
menimbulkan perubahan pola gaya hidup sekitar. 2) faktor teknologi, teknologi telah mengakibatkan
perubahan sosial yang sangat luas dalam masyarakat. Contoh: Penggunaan
alat-alat transportasi dan komunikasi yang canggih untuk memberi kemudahan bagi
masyarakat untuk berkomunikasi dan
menerima informasi baru dari luar dalam waktu yang relatif singkat sehingga
dapat mempengaruhi social, baik yang berdampak positif maupun yang berdampak
negatif.
2. Keadaan agama
Manusia diciptakan allah
sebagai mkhluk relegius artinya
pada diri manusia terdapat keyakinan akan adanya Dzat yang Maha Kuasa. Manusia
diciptakan Allah mempunyai fitrah beragam. Sebagai manusia yang merakam maka
manusia menjadikan agama sebagai pegangan hidup.
Keadaan agama dalam suatu masyarakat mempengaruhi budaya
yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Masyarakat muslim mempunyai budaya yang
berbeda dengan masyarakat non muslim. Budaya masyarakat muslim tentu didasari oleh ajaran Islam dan dihiasi
dengan nilai-nilai keislaman. Demikian juga masyarakat Nasrani, Kresten,
Katolik, Protestan, Hindu dan Budha tentunya budaya mereka didasari oleh agama
yang mereka yakini. Sebagai Contoh perbedaan budaya masyarakat yang disebabkan
oleh agama bagi masyarakat muslim atau antar sesama muslim menghubungi melalui
telepon rumah pada jam enam atau jam lima pagi itu di anggap sebagai sopan
santun. Hal ini tentu berbeda dengan masyarakat non muslim, di mana pada
jam-jam tersebut masih dianggap sebagai jam istrahat sehingga menghubungi
lewatv telpon rumah itu di anggap tidak sopan.
3. Keadaan Pendidikan
Pendidikan itu berfungsi memanusiakan manusia. Manusia itu akan menjadi
manusia yang sebenarnya karena pendidikan. Pendidikan akan mengembangkan dan
memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia. Dengan diberdayakan
dan dikembangkan seluruh potensi tersebut maka manusia bisa berbudaya dan
berkarya secara baik dan maksimal.
Pendidikan individu dalam suatu masyarakat sangat mempengaruhi perubahan
budaya dalam masyarakat. Hal ini bisa dimaklumi karena dengan pendidikan
seorang individu bisa lebih banyak berbuat dan berkarya. Semakin tinggi
pendidikan individu dalam masyarakat maka semakin pula kebudayaan dan peradaban
yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah pendidikan individu dalam masyarakat
maka semakin rendah pula kebudayaan yang dimiliki.
Keadaan pendidikan individu masyarakat yang dapat mempemgaruhi budaya itu
dapat kita lihat dalam perbedaan antara budaya masyarakat perkotaan dan budaya
masyarakat perdesaan.. Pada umumnya budaya masyarakat kota lebih cepat
berkembang disebabkan oleh pendidikan masyarakatnya rela.relatif tinggi.
Pendidikan yang tinggi menjadikan seseorang lebih cenderung bersikap rasional
dan memungkinkan seseorang untuk banyak
berkreasi. Inilah yang menyebabkan baudaya masyarakat kota lebih cepat mencapai
kemajuan. Budaya masyarakat pedesaan yang pendidikan individu masyarakatnya
relative masih rendah. Pendidikan yang rendah menjadikan seseorang lebih
cenderung bersikap statis dan kurang berkreasi. Inilah yang menyebabkan budaya
masyarakat pedesaan sulit mencapai kemajuan.
Pendidikan dan kebudayaan atau peradaban mempunyai kolerasi yang sangat
berarti. Dalam cacatan sejarah perkembangan islam dapat kita telah mencapai
kemajuan dan peradaban islam yang telah
mencapai kemajuan pesat pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah disebabkan oleh
besarnya perhatian para Kholifah saat itu terhadap perkembangan pendidikan.
Denagan pendidikan yang maju maka secara otomatis budaya atau peradaban ikut
mencapai kemajuan. Dengan bahasa yang lain jika ingin memajukan kbudayaan atau
peradaban suatu masyarakat maka terlebih dahulu harus memajukan penddikan
masyarakat yang ada.
4. Keadaan Sosial Ekonomi
Keadaan social ekonomi suatu masyarakat sangat berkaitan dengan keadaan
iklim atau alam masyarakat itu sendiri. Keadaan alam sangat mempengaruhi
tingkat kesuburan suatu wilayah. Wilayah dengan curah hujan yang tinggi
cenderung relative lebih subur dari pada yang jarang terkena hujan. Wilayah dataran
rendah tingkat kesuburannya tidak sama dengan wilayah dataran tinggi.
Demikan juga dengan sumber
penghasilan masyarakat. Tentu tidak sama pendapatan, penghasilan dan keadaan
ekonomi antara masyarakat yang berada pada wilayah yang subur dengan
pendapatan, penghasilan dan keadaan ekonomi masyarakat di wilayah yang tandus.
Dengan wilayah yang subur masyarakat mudah mencapai kondisi ekonomi yang mapan sedangkan
di wilayah yang tandus masyarakat sulit mewujudkan ekonomi sejahtera. Perbedaan
tersebut pada akhirnya tentu menimnbulkan perbedaan budaya Pada masyarakat yang
status sosial ekonominya mapan akan mudah berkreasi, berkarya dan berbudaya karena
didukung oleh kesediaan alat, sarana pendukung sedangkan pada masyarakat yang
status sosial ekonominya rendah akan sulit berkreasi, berkarya dan berbudaya
disebabkan keterbatasan alat dan sarana pendukung.
C. PERUBAHAN BUDAYA MASYARAKAT
Budaya masyarakat terus mengalami poerubahan dan perkembangan. Perubahan
budaya masyarakat tersebut merupakan sunnatullah atau suatu kelaziman
sebagaimana perubahan individu itu sendiri.ada beberapa factor yang
mempengaruhi perubahan budaya masyarakat diantaranya;
1. Factor dari dalam (intern)
Faktyor intern adalah factor yang berasal dalam diri masyarakat itu
sendiri, seperti keinginan untuk berubah atau maju, pergantian revolusi.
a. Keinginan untuk Berubah atau Maju
Setiap manusia mempunyai kodrat untuk berubah dan ingin maju. Keinginan
untuk berubah dan maju tersebut sebagai fitrah yang yang dimilki oleh setiap
individu. Banyak factor yang menyebabkan munculnya keinginan untuk berubah dan
maju pada diri individu manusia diantaranya adalah kondisi yang kurang
menguntungkan baik dalam hal ekonomi, sosial, budaya maupun politik.
Keadaan masyarakat yang secara ekonomi kurang menguntungkan dalam arti
masih berada pada garis kemiskinan dapat menjadi penyebab timbulnya keinginan
untuk berubah dan maju. Budaya masyarakat dianggap sebagai penyebab kemunduran
dan terjadinya kemiskinan seperti prinsip orang jawa “makan tidak makan yang
penting kumpul” telah dirubah oleh budaya yang keluar dari tanah kelahiran
meskipun harus meninggalkan keluarga dan kerabat yang dicinta agar menjadi yang
lebih baik.
Keinginan berubah dan maju dari anggota masyarakat merupakan factor yang
palinh besar untuk mempengaruhi perubahan budaya yang ada pada masyarakat. Pada
umumnya masyarakat ingin adanya perubahan dan kemajuan berasal dari golongan
yang tertindas dan kurang bermanfaat dalam kaitannya dengan ekonomi, sosial,
atau pendidikan dan politik. Sedangkan masyarakat yang kurang setuju atau
kurang mendukung adanya perubahan dan kemajuan pada umumnya berasal dari
golongan masyarakat quo, kalangan yang sudah punya jabatan dan status sosial
ekonomi yang tinggi.
Perubahan budaya masyarakat yang disebabkan adanya keinginan untuk
berubah dan maju dari warga masyarakat tersebut yang bersifat perlahan tapi
pasti, tahap demi tahap agar menjadi yang lebih baik. Perubahan budaya
masyarakat untuk menjadi lebih baik ditentukan oleh keinginan individu itu
sendiri bukan ditentukan oleh Allah atau Tuhan. Budaya masyarakat yang penuh
dengan kekerasan berubah menjadi budaya yang pekerja keras, Budaya yang egois,
otoriter berubah menjadi budaya yang demokratis dan toleran, budaya yang korup
berubah menjadi budaya yang amanah,jujur dan sebagainya semua ditentukan oleh
individu dalam masyarakat itu sendiri.
b.
Bergantian
Generasi
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa
salah satu fungsi atau kegunaan berbudaya adalah pewarisan pada generasi
sesudahnya. Hal ini menunjukan bahwa dalam kehidupan berbudaya terdapat mata
rantai yang telah mewariskan budaya atau adanya pada generasi yang akan datang
dan seterusnya.
Pergantian Generasi dalam suatu masyarakat
menjadi sunnatullah dan pasti akan terjadi. Pergantian generasi tersebut dapat
merubah budaya yang ada. Jika suatu generasi menjadi lebih baik atau sebaliknya
berubah menjadi tambah baik maka pada generasi berikutnya akan berubah menjadi
baik atau bahkan tambah tidak baik.
Perubahan budaya masyarakat karena adanya
pergantian generasi banyak mempengaruhi figure atau kepemimpinan pada generasi
tersebut.
Apabila suatu generasi dipimpin oleh ilmuan
maka budaya masyarakat dalam kepemimpinan selalu mengembangkan budaya keilmuan.
Dalam catatan sejarah banyak kita temukan terjadinya perubahan budaya
disebabkan oleh pergantian kepemimpinan seperti pada zaman Bani Abasiyyah. Pada
generasi pertama sampai kelima kekhalifahan berganti pada generasi berikutnya
dimana budaya pengembangan ilmu telah sirna dan yang muncul adalah budaya
konflik perebutan kekuasaan, pengaruh dan saling menjatuhkan disebabkan oleh
khalifah atau pemimpin yang tidak mencintai ilmu pengetahuan.
c. Terjadinya
Revolusi atau Peperangan
Revolusi atau perubahan secara drastic dan
cepat dalam suatu masyarakat dapat menjadi factor penyebab terjadinya perubahan
budaya masyarakat. Terjadinya revolusi dalam suatu masyarakat,bangsa dan
Negara. Dampak berikutnya adalah terjadinya perubahan budaya masyarakat itu
sendiri. Demikian juga dengan terjadinya peperanagan. Perubahan budaya akibat
peperangan ini ada yang berlangsung secara cepat dan ada yang berjalan lambat.
2. Faktor
Ekstern
Faktor ekstern adalah factor yang
ditimbulkan dari luar masyarakat. Dalam hal ini adanya perubahan budaya
masyarakat disebabkan oleh factor dari luar antaran lain peniruan terhadap
budaya masyarakat atau bangsa lain yang lebih maju, perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi adanya pembangunan dan adanya urbanisasi.
Lain manusia diciptakan oleh Allah dengan
banyak potensi. Di antara potensi besar yang dimiliki oleh manusia sebagaimana
yang dijelaskan Allah dalam al-quran
adalah potensi pendengaran, penglihatan dan hati atau akal pikiran.
Ketiga potensi tersebut tersebut menjadi penentu cepat atau lambatnya manusia
dalam berbudaya.
Proses peniruan kepada masyarakat yang
budayanya lebih maju dan menjadi sunnatullah dan pasti terjadi. Hal ini
disebabkan oleh fitrah dan jati diri manusia atau individu yang selalu ingin
maju dan berkembang. Dalam hal peniruan terhadap kemajuan budaya masyarakat
yang akan ditiru masih harus dipertimbangkan. Peniruan budaya masyarakat dan
bangsa lain tidak boleh sampai menghancurkan nilai atau karakteristik budaya
sendiri. Sebaliknya tidak melakukan peniruan kemajuan budaya masyarakat dan
bangsa lain jika budaya yang dianggap maju tersebut bertentangan dengan
nilai-nilai budaya masyarakat sendiri.
a. Adanya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan
Teknologi
Budaya
masyarakat akan berubah disebabkan karena adanya perkembangan ilmu pengetahuan
dan teknologi sebagai contoh adalah budaya silahturahmi yang pada zaman dahulu
dilakukandengan anjang sana berkunjung dari rumah ke rumah sekarang berubah
cukup diganti dengan telepon dan SMS dan sebagainya.
Ilmu
pengetahuan dan teknologi benar-benar mampu merubah manusia. Ilmu pengetahuan
dan teknologi merubah pola piker seseorang. Dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi hidup menjadi mudah, budaya masyarakat cepat berubah menuju yang
lebih baik.
b. Adanya Pembangunan
Perubahan
budaya masyarakat juga bisa disebabkan oleh adanya pembangunan. Masyarakat yang
banyak mengalami perubahan budaya yang disebabkan oleh adanya pembangunan
adalah masyarakat yang wilayahnya mengalami masa transisi dari masyarakat pedesaan
menuju semi perkotaan. Pada umumnya wilayah masyarakat yang mengalami hal
demikian adalah wilayah masyarakat yang berada di dekat kota.
Pembangunan yang mampu merubah sesuatu
masyarakat dari suasana pedesaan menjadi semi perkotaan bahkan menjadi kota
yang baru menimbulkan perubahan budaya.
Dengan adanyab pembangunan budaya masyrakat
mengalami perubahan seperti budaya gotong royong di masyrakat pedesaan dan
perkotaan memilih hidup sendiri-sendiri.
c. Adanya Urbanisasi
Urbanisasi merupakan proses perpindahan
individu dari desa ke kota. Urbanisasi disebabkan adanya keinginan individu
masyarakat yang berada di pedesaan ingin maju atau merubah nasib. Urbanisasi
disebabkan 2 faktor, diantaranya:
1. Faktor yang mendorong penduduk desa
meniggalkan desa,
-
Di desa-desa lapangan pekerjaan umumnya relative
terbatas. Hal ini mengakibatkan timbulnya pengganguran.
-
Penduduk desa terutama muda mudi merasa tertekan oleh
adat istiadat yang ketat dengan cara hidup yang monoton.
-
Di desa-desa tidak banyak kesempatan untukmemperoleh
pengetahuan
-
Rekreasi sangat kurang
-
Penduduk desa yang mempunyai keahlian selain petani
tentu menginginkan pasaran yang lebih luas bagi hasil produksi
2. Faktor yang menarik penduduk desa untuk
pindah dan menetap di kota-kota,
-
Adanya anggapan orang desa bawah di kota banyak
pekerjaan dan penghasilan yang besar
-
Di kota lebih banyak kesempatan untuk mendirikan
perusahaan, industry dan lain-lain
-
Peredaran uang di kota lebih cepat dan lebih besar
-
Sarana pendidikan di kota lebih banyak dan mudah di
dapat
-
Kota merupakan tempat yang lebih menguntungkan untuk
mengembangkan bakat
-
Kota di anggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih
tinggi dan tempat pergaulan dengan segala lapisan masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
Djoko Widagdho, dkk, Ilmu budaya dasar
(Semarang: t.kt, 1991).
Elly M. Setiadi, dkk. Ilmu Sosial
dan Budaya Dasar (Jakarta: Kencana, 2006).
Geertz, Clifford, Kebudayaan dan Agama
(Yogyakarta: Kanisius Press, 1992).
Habib Mustopo, Ilmu Budaya Dasar
(Surabaya: Usaha, 1988).
M. Munandar Sulaeman, Ms, Ilmu Budaya
Dasar (Bandung, t.kt, 1988).
Kuper, Adam dan Kuper, Jessica. 2000.
Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sumber Internet;
Emoiris-homepage.blog.com/
Refferensi: http://setabasri01.blogspot.com/2009/05/penyebaran-budaya-penghubung-islam-di-indonesia.html.
Sumber: Risalah Dakwah Al Atsari, Cileungsi
Edisi 13/TH.II 1420.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar