Minggu, 24 Maret 2013



MAKALAH
PERUBAHAN DAN PERBEDAAN  BUDAYA MASYARAKAT
Di Ajukan Untuk Memenuhi Tugas
IAD-ISD-IBD
Dosen Pembimbing:
Dra.Hj.Khadijah,M.PsI
Oleh:
Syaiful Rizal                            (E82212051)
Khoirul Anam                          (E82212048)
Muhammad Irkham                 (E82212050)
M. Rifqi Aziz Sya’bana            (E02212049)

JURUSAN PERBANDINGAN AGAMA
FAKULTAS USHULUDDIN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL
SURABAYA
2012





 
­KATA PENGANTAR

Alhamdhulillahirobbil ‘alamin, ucapan syukur dan terimakasih kami ucapkan pada Allah SWT. Yang telah memberi rohmat dan kemudahan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya, sholawat tak lupa kami persembahkan pada  Nabi Muhammad SAW yang telah menuntun kita pada kebenaran, terimakasih pada bunda Dra.Hj.Khadijah,M.PsI yang telah membimbing dan mengarahkan kami dalam proses pembuatan makalah, kemudian teman-teman yang berusaha keras dalam menyusun makalah yang didalmnya membahas perubahan dan perbedaan budaya masyarakat dan relasinya ini dengan tujuan untuk mempermudah dalam pembelajaran, apabila terdapat banyak kesalahan kami mohon kritik dan saran yang bersifat membangun.




Surabaya, 20 November 2012



Penulis


DAFTAR ISI

Kata pengantar……………………………………………………………………1
Daftar isi…………………………………………………………………………..2
Pendahuluan………………………………………………………………………3
Pembahasan……………………………………………………………………….4
A.   Pengertian Budaya Masyarakat
B.   Faktor-faktor yang Menyebabkan Perbedaan Budaya Masyarakat
1.     Keadaan Alam (geografis)……………………………………………..5
2.     Keadaan Agama……….………………………………………….........6
3.     Keadaan Pendidikan…………………………………………………....6
4.     Keadaan Sosial Ekonomi………………………………………………8
C.   Perubahan Budaya Msyarakat
1.     Faktor Intern……………………………………………………………9
2.     Faktor Ekstern…………………………………………………………12
D.   Penutup
E.    Daftar pustaka

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Manusia adalah salah satu mahluk hidup yang memiliki akal budi, maka dengan akal budi manusia menjalani proses hidupnya masing-masing baik dengan berkelompok maupun perindividu. Manusia membutuhkan bersosialisasi dengan yang lain maka dengan sosialisasi tersebut terbentuklah sebuah masyarakat yang di dalamnya ada budaya-budaya tertentu yang setiap wilayah mempunyai budaya yang berbeda-beda. Setiap masyarakat senantiasa berada dalam proses perubahan sosial dengan kata lain perubahan sosial merupakan gejala yang melekat disetiap kehidupan masyarakat hal ini menjadi salah satu sebab berubahnya budaya dari budaya primitif ke budaya modern seperti sekarang ini.
Perubahan-perubahan budaya yang terjadi dalam mayarakat dapat diketahui dengan cara membandingkan keadaan budaya masyarakat pada dekade yang lalu dengan keadaan budaya pada masyarakat kontemporer.
Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk didalamnya nilai-nilai sikap-sikap dan pola prilaku diantara kelompok dalam masyarakat menurutnya, antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan memiliki satu aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.



BAB II
PEMBAHASAN
A.   PENGERTIAN BUDAYA MASYARAKAT
Secara umum  masyarakat diartikan  sebagai  kumpulan individu yang menetap dalam suatu wilayah yang diikat oleh norma, aturan dan budaya tertentu. Pengertian masyarakat secara umum tersebut apabila dicermati maka terdapat beberapa unsur yang ada dalam  masyarakat yaitu 1) adanya kumpulan ndividu, 2) adanya wilayah yang membatasi, dan 3) adanya norma, aturan dan budaya tertentu.
Sedangkan budaya merupakan keseluruhan ide, gagasan, pikiran, hasil cipta, rasa dan karsa manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan cara belajar dan dapat diwariskan pada generasi sesudahnya. Dari uraian tersebut dalam budaya atau kebudayaan terdapat beberapa unsur yaitu 1) adanya ide, gagasan dan pemikiran. Ini menunjukkan bahwa budaya atau kebutuhan masyarakat tidak selamanya berupa wujud benda yang bisa diraba. 2) adanya hasil cipta, rasa dan karsa. Ini menunjukkan bahwa budaya atau kebudayaan manusia bisa merupa wujud benda yang bisa diamati, dilihat dan diraba. 3) adanya pemenuhan kebutuhan hidup. Ini menunjukkan bahwa manusia dalam berbudaya mempunyai tujuan yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup lahir maupun batin. 4) adanya cara belajar. Ini menunjukkan bahwa manusia dalam berbudaya melalui sebuah proses belajar yang cukup panjang. 5) adanya pewarisan pada generasi sesudahnya. Ini menujukkan adanya kegunaan dalam berbudaya yaitu mewariskan pada generasi sesudahnya.

Budaya masyarakat merupakan keseluruhan yang dihasilkan dan yang ada dalam masyarakat baik dalam bentuk karya maupun dalam bentuk tingkah laku dan norma serta  adat kebiasaan. Budaya masyarakat dapat mempengaruhi pola piker, pola sikap dan pola hidup.
B.   FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN PERBEDAAN BUDAYA MASYARAKAT
Setiap masyarakat pasti mempunyai budaya, adat kebiasaan di mana budaya masyarakat yang sstu dengan yang lain. Perbedaan  budaya antar masyarakat  tersebut dipengaruhi banyak factor, di antaranya:
1.     Keadaan Alam (geografis)
      Manusia dan alam mempunyai hubungan yang sangat erat. Keduanya membentuk sebuah system artinya menjadi satu kesatuan yang paling mempengaruhi. Keadaan alam bisa mempengaruhi sifat dan perilaku manusia, demikian juga keadaan manusia bisa mempengaruhi keseimbangan alam. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan social antara lain: 1) faktor geoegrafis, lingkungan fisik dapat mempengaruhi penduduk untuk mudah atau sulit mengalami perubahan. Contoh: Perubahan-perubahan dalam lingkungan masyarakat desa. Tanah pertanian sekarang banyak yang dijadikan perumahan-perumahan dan pabrik yang menimbulkan perubahan pola gaya hidup sekitar. 2) faktor  teknologi, teknologi telah mengakibatkan perubahan sosial yang sangat luas dalam masyarakat. Contoh: Penggunaan alat-alat transportasi dan komunikasi yang canggih untuk memberi kemudahan bagi masyarakat untuk berkomunikasi  dan menerima informasi baru dari luar dalam waktu yang relatif singkat sehingga dapat mempengaruhi social, baik yang berdampak positif maupun yang berdampak negatif.
2.     Keadaan agama
           Manusia diciptakan  allah  sebagai mkhluk  relegius artinya pada diri manusia terdapat keyakinan akan adanya Dzat yang Maha Kuasa. Manusia diciptakan Allah mempunyai fitrah beragam. Sebagai manusia yang merakam maka manusia menjadikan agama sebagai pegangan hidup.
            Keadaan agama dalam suatu masyarakat mempengaruhi budaya yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Masyarakat muslim mempunyai budaya yang berbeda dengan masyarakat non muslim. Budaya masyarakat muslim  tentu didasari oleh ajaran Islam dan dihiasi dengan nilai-nilai keislaman. Demikian juga masyarakat Nasrani, Kresten, Katolik, Protestan, Hindu dan Budha tentunya budaya mereka didasari oleh agama yang mereka yakini. Sebagai Contoh perbedaan budaya masyarakat yang disebabkan oleh agama bagi masyarakat muslim atau antar sesama muslim menghubungi melalui telepon rumah pada jam enam atau jam lima pagi itu di anggap sebagai sopan santun. Hal ini tentu berbeda dengan masyarakat non muslim, di mana pada jam-jam tersebut masih dianggap sebagai jam istrahat sehingga menghubungi lewatv telpon rumah itu di anggap tidak sopan.
3.     Keadaan Pendidikan
Pendidikan itu berfungsi memanusiakan manusia. Manusia itu akan menjadi manusia yang sebenarnya karena pendidikan. Pendidikan akan mengembangkan dan memberdayakan seluruh potensi yang dimiliki oleh manusia. Dengan diberdayakan dan dikembangkan seluruh potensi tersebut maka manusia bisa berbudaya dan berkarya secara baik dan maksimal.
Pendidikan individu dalam suatu masyarakat sangat mempengaruhi perubahan budaya dalam masyarakat. Hal ini bisa dimaklumi karena dengan pendidikan seorang individu bisa lebih banyak berbuat dan berkarya. Semakin tinggi pendidikan individu dalam masyarakat maka semakin pula kebudayaan dan peradaban yang dimiliki, sebaliknya semakin rendah pendidikan individu dalam masyarakat maka semakin rendah pula kebudayaan yang dimiliki.
Keadaan pendidikan individu masyarakat yang dapat mempemgaruhi budaya itu dapat kita lihat dalam perbedaan antara budaya masyarakat perkotaan dan budaya masyarakat perdesaan.. Pada umumnya budaya masyarakat kota lebih cepat berkembang disebabkan oleh pendidikan masyarakatnya rela.relatif tinggi. Pendidikan yang tinggi menjadikan seseorang lebih cenderung bersikap rasional dan memungkinkan seseorang untuk  banyak berkreasi. Inilah yang menyebabkan baudaya masyarakat kota lebih cepat mencapai kemajuan. Budaya masyarakat pedesaan yang pendidikan individu masyarakatnya relative masih rendah. Pendidikan yang rendah menjadikan seseorang lebih cenderung bersikap statis dan kurang berkreasi. Inilah yang menyebabkan budaya masyarakat pedesaan sulit mencapai kemajuan.
Pendidikan dan kebudayaan atau peradaban mempunyai kolerasi yang sangat berarti. Dalam cacatan sejarah perkembangan islam dapat kita telah mencapai kemajuan dan peradaban islam yang  telah mencapai kemajuan pesat pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah disebabkan oleh besarnya perhatian para Kholifah saat itu terhadap perkembangan pendidikan. Denagan pendidikan yang maju maka secara otomatis budaya atau peradaban ikut mencapai kemajuan. Dengan bahasa yang lain jika ingin memajukan kbudayaan atau peradaban suatu masyarakat maka terlebih dahulu harus memajukan penddikan masyarakat yang ada.
4.     Keadaan Sosial Ekonomi
Keadaan social ekonomi suatu masyarakat sangat berkaitan dengan keadaan iklim atau alam masyarakat itu sendiri. Keadaan alam sangat mempengaruhi tingkat kesuburan suatu wilayah. Wilayah dengan curah hujan yang tinggi cenderung relative lebih subur dari pada yang jarang terkena hujan. Wilayah dataran rendah tingkat kesuburannya tidak sama dengan wilayah dataran tinggi.
Demikan juga dengan sumber penghasilan masyarakat. Tentu tidak sama pendapatan, penghasilan dan keadaan ekonomi antara masyarakat yang berada pada wilayah yang subur dengan pendapatan, penghasilan dan keadaan ekonomi masyarakat di wilayah yang tandus. Dengan wilayah yang subur masyarakat mudah mencapai kondisi ekonomi yang mapan sedangkan di wilayah yang tandus masyarakat sulit mewujudkan ekonomi sejahtera. Perbedaan tersebut pada akhirnya tentu menimnbulkan perbedaan budaya Pada masyarakat yang status sosial ekonominya mapan akan mudah berkreasi, berkarya dan berbudaya karena didukung oleh kesediaan alat, sarana pendukung sedangkan pada masyarakat yang status sosial ekonominya rendah akan sulit berkreasi, berkarya dan berbudaya disebabkan keterbatasan alat dan sarana pendukung.

C.   PERUBAHAN BUDAYA MASYARAKAT
Budaya masyarakat terus mengalami poerubahan dan perkembangan. Perubahan budaya masyarakat tersebut merupakan sunnatullah atau suatu kelaziman sebagaimana perubahan individu itu sendiri.ada beberapa factor yang mempengaruhi perubahan budaya masyarakat diantaranya;

1.     Factor dari dalam (intern)
Faktyor intern adalah factor yang berasal dalam diri masyarakat itu sendiri, seperti keinginan untuk berubah atau maju, pergantian revolusi.
a.     Keinginan untuk Berubah atau Maju
Setiap manusia mempunyai kodrat untuk berubah dan ingin maju. Keinginan untuk berubah dan maju tersebut sebagai fitrah yang yang dimilki oleh setiap individu. Banyak factor yang menyebabkan munculnya keinginan untuk berubah dan maju pada diri individu manusia diantaranya adalah kondisi yang kurang menguntungkan baik dalam hal ekonomi, sosial, budaya maupun politik.
Keadaan masyarakat yang secara ekonomi kurang menguntungkan dalam arti masih berada pada garis kemiskinan dapat menjadi penyebab timbulnya keinginan untuk berubah dan maju. Budaya masyarakat dianggap sebagai penyebab kemunduran dan terjadinya kemiskinan seperti prinsip orang jawa “makan tidak makan yang penting kumpul” telah dirubah oleh budaya yang keluar dari tanah kelahiran meskipun harus meninggalkan keluarga dan kerabat yang dicinta agar menjadi yang lebih baik.
Keinginan berubah dan maju dari anggota masyarakat merupakan factor yang palinh besar untuk mempengaruhi perubahan budaya yang ada pada masyarakat. Pada umumnya masyarakat ingin adanya perubahan dan kemajuan berasal dari golongan yang tertindas dan kurang bermanfaat dalam kaitannya dengan ekonomi, sosial, atau pendidikan dan politik. Sedangkan masyarakat yang kurang setuju atau kurang mendukung adanya perubahan dan kemajuan pada umumnya berasal dari golongan masyarakat quo, kalangan yang sudah punya jabatan dan status sosial ekonomi yang tinggi.
Perubahan budaya masyarakat yang disebabkan adanya keinginan untuk berubah dan maju dari warga masyarakat tersebut yang bersifat perlahan tapi pasti, tahap demi tahap agar menjadi yang lebih baik. Perubahan budaya masyarakat untuk menjadi lebih baik ditentukan oleh keinginan individu itu sendiri bukan ditentukan oleh Allah atau Tuhan. Budaya masyarakat yang penuh dengan kekerasan berubah menjadi budaya yang pekerja keras, Budaya yang egois, otoriter berubah menjadi budaya yang demokratis dan toleran, budaya yang korup berubah menjadi budaya yang amanah,jujur dan sebagainya semua ditentukan oleh individu dalam masyarakat itu sendiri.


b.     Bergantian Generasi
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa salah satu fungsi atau kegunaan berbudaya adalah pewarisan pada generasi sesudahnya. Hal ini menunjukan bahwa dalam kehidupan berbudaya terdapat mata rantai yang telah mewariskan budaya atau adanya pada generasi yang akan datang dan seterusnya.
Pergantian Generasi dalam suatu masyarakat menjadi sunnatullah dan pasti akan terjadi. Pergantian generasi tersebut dapat merubah budaya yang ada. Jika suatu generasi menjadi lebih baik atau sebaliknya berubah menjadi tambah baik maka pada generasi berikutnya akan berubah menjadi baik atau bahkan tambah tidak baik.
Perubahan budaya masyarakat karena adanya pergantian generasi banyak mempengaruhi figure atau kepemimpinan pada generasi tersebut.
Apabila suatu generasi dipimpin oleh ilmuan maka budaya masyarakat dalam kepemimpinan selalu mengembangkan budaya keilmuan. Dalam catatan sejarah banyak kita temukan terjadinya perubahan budaya disebabkan oleh pergantian kepemimpinan seperti pada zaman Bani Abasiyyah. Pada generasi pertama sampai kelima kekhalifahan berganti pada generasi berikutnya dimana budaya pengembangan ilmu telah sirna dan yang muncul adalah budaya konflik perebutan kekuasaan, pengaruh dan saling menjatuhkan disebabkan oleh khalifah atau pemimpin yang tidak mencintai ilmu pengetahuan.
c.      Terjadinya Revolusi atau Peperangan
Revolusi atau perubahan secara drastic dan cepat dalam suatu masyarakat dapat menjadi factor penyebab terjadinya perubahan budaya masyarakat. Terjadinya revolusi dalam suatu masyarakat,bangsa dan Negara. Dampak berikutnya adalah terjadinya perubahan budaya masyarakat itu sendiri. Demikian juga dengan terjadinya peperanagan. Perubahan budaya akibat peperangan ini ada yang berlangsung secara cepat dan ada yang berjalan lambat.
2.     Faktor Ekstern
Faktor ekstern adalah factor yang ditimbulkan dari luar masyarakat. Dalam hal ini adanya perubahan budaya masyarakat disebabkan oleh factor dari luar antaran lain peniruan terhadap budaya masyarakat atau bangsa lain yang lebih maju, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi adanya pembangunan dan adanya urbanisasi.
Lain manusia diciptakan oleh Allah dengan banyak potensi. Di antara potensi besar yang dimiliki oleh manusia sebagaimana yang dijelaskan Allah dalam al-quran  adalah potensi pendengaran, penglihatan dan hati atau akal pikiran. Ketiga potensi tersebut tersebut menjadi penentu cepat atau lambatnya manusia dalam berbudaya.
Proses peniruan kepada masyarakat yang budayanya lebih maju dan menjadi sunnatullah dan pasti terjadi. Hal ini disebabkan oleh fitrah dan jati diri manusia atau individu yang selalu ingin maju dan berkembang. Dalam hal peniruan terhadap kemajuan budaya masyarakat yang akan ditiru masih harus dipertimbangkan. Peniruan budaya masyarakat dan bangsa lain tidak boleh sampai menghancurkan nilai atau karakteristik budaya sendiri. Sebaliknya tidak melakukan peniruan kemajuan budaya masyarakat dan bangsa lain jika budaya yang dianggap maju tersebut bertentangan dengan nilai-nilai budaya masyarakat sendiri.
a.       Adanya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
                  Budaya masyarakat akan berubah disebabkan karena adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai contoh adalah budaya silahturahmi yang pada zaman dahulu dilakukandengan anjang sana berkunjung dari rumah ke rumah sekarang berubah cukup diganti dengan telepon dan SMS dan sebagainya.
                  Ilmu pengetahuan dan teknologi benar-benar mampu merubah manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi merubah pola piker seseorang. Dengan ilmu pengetahuan dan teknologi hidup menjadi mudah, budaya masyarakat cepat berubah menuju yang lebih baik.
b.      Adanya Pembangunan
                  Perubahan budaya masyarakat juga bisa disebabkan oleh adanya pembangunan. Masyarakat yang banyak mengalami perubahan budaya yang disebabkan oleh adanya pembangunan adalah masyarakat yang wilayahnya mengalami masa transisi dari masyarakat pedesaan menuju semi perkotaan. Pada umumnya wilayah masyarakat yang mengalami hal demikian adalah wilayah masyarakat yang berada di dekat kota.
Pembangunan yang mampu merubah sesuatu masyarakat dari suasana pedesaan menjadi semi perkotaan bahkan menjadi kota yang baru menimbulkan perubahan budaya.
Dengan adanyab pembangunan budaya masyrakat mengalami perubahan seperti budaya gotong royong di masyrakat pedesaan dan perkotaan memilih hidup sendiri-sendiri.
c.       Adanya Urbanisasi
Urbanisasi merupakan proses perpindahan individu dari desa ke kota. Urbanisasi disebabkan adanya keinginan individu masyarakat yang berada di pedesaan ingin maju atau merubah nasib. Urbanisasi disebabkan 2 faktor, diantaranya:

1.      Faktor yang mendorong penduduk desa meniggalkan desa,
-          Di desa-desa lapangan pekerjaan umumnya relative terbatas. Hal ini mengakibatkan timbulnya pengganguran.
-          Penduduk desa terutama muda mudi merasa tertekan oleh adat istiadat yang ketat dengan cara hidup yang monoton.
-          Di desa-desa tidak banyak kesempatan untukmemperoleh pengetahuan
-          Rekreasi sangat kurang
-          Penduduk desa yang mempunyai keahlian selain petani tentu menginginkan pasaran yang lebih luas bagi hasil produksi
2.      Faktor yang menarik penduduk desa untuk pindah dan menetap di kota-kota,
-          Adanya anggapan orang desa bawah di kota banyak pekerjaan dan penghasilan yang besar
-          Di kota lebih banyak kesempatan untuk mendirikan perusahaan, industry dan lain-lain
-          Peredaran uang di kota lebih cepat dan lebih besar
-          Sarana pendidikan di kota lebih banyak dan mudah di dapat
-          Kota merupakan tempat yang lebih menguntungkan untuk mengembangkan bakat
-          Kota di anggap mempunyai tingkat kebudayaan yang lebih tinggi dan tempat pergaulan dengan segala lapisan masyarakat.











DAFTAR PUSTAKA
Djoko Widagdho, dkk, Ilmu budaya dasar (Semarang: t.kt, 1991).
Elly M. Setiadi, dkk. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (Jakarta: Kencana, 2006).
Geertz, Clifford, Kebudayaan dan Agama (Yogyakarta: Kanisius Press, 1992).
Habib Mustopo, Ilmu Budaya Dasar (Surabaya: Usaha, 1988).
M. Munandar Sulaeman, Ms, Ilmu Budaya Dasar (Bandung, t.kt, 1988).
Kuper, Adam dan Kuper, Jessica. 2000. Ensiklopedi Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Sumber Internet;
Emoiris-homepage.blog.com/
Sumber: Risalah Dakwah Al Atsari, Cileungsi Edisi 13/TH.II 1420.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar